Since Good Leader are not good enough adalah adalah semboyan bagi mereka yang ingin terus memperbaiki diri. Continous improvement atau kaizen merupakan salah satu nilai yang terkandung dalam petuah tersebut. Ketika kita telah nyaman dalam kondisi yang ada sekarang, dan tradisi kita atau kebiasaan kita telah meyakinkan diri kita bahwa memang hal tersebut adalah yang terbaik bagi kita, maka sudah bisa ditentukan akhir cerita dari kehidupan kita. Kehidupan yang tidak bergerak dari satu kondisi ke kondisi berikutnya tanpa ada satu pun yang bisa dibilang berkembang dalam kehidupan kita. Rasulullah sendiri telah mengajarkan umatnya untuk senantiasa berkembang baik itu dari segi ibadah maupun dalam bermuammalah. Rasulullah telah mengajarkan kepada kita sebagai umatnya bahwa kehidupan kita harus selalu lebih baik dari waktu ke waktu, hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok harus lebih dari hari sekarang.
Proses transformasi menjadi yang lebih baik juga membutuhkan sedikit saja orang yang ingin menggerakkan. Sebagai perbadingan, ketika dahulu dakwah Islam masih dilakukan secara sembunyi-sembunyi, bisa dikatakan ketika itu, penyeru akan cahaya Islam hanya segelintir orang saja. “Transformation in our world never be initiated by many people. It’s always originated by a few selected people”. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita termasuk dalam bagian orang yang terpilih untuk membawa perubahan tersebut. Semua itu ada dalam diri kita masing-masing. Karena untuk berubah adalah sebuah pilihan yang tentunya memiliki konsekuensi yang tidak sedikit.
Ada beberapa kriteria bagi mereka yang ingin menjadi seorang pemimpin (leader). Di antara kriteria-kriteria tersebut adalah :
• Setting direction : Pemimpin adalah seseorang yang bisa mengarahkan ke dalam tujuan tertentu. Bahwa ia bukanlah yang terombang-ambing dengan keadaan yang ada. Ia haruslah seseorang yang mempunyai visi jauh ke depan. Ia adalah seorang nahkoda yang hendak melabuhkan kapal ke pelabuhan impian. Bahwa ia adalah seorang motivator terhadap anggotanya ketika kapal tumpangannya salah arah. Seseorang yang mahir dalam merencakan dan membuat pertimbangan-pertimbangan seperti budgeting belum bisa disebut bahwa ia adalah seorang pemimpin. Sekali lagi bahwa seorang pemimpin haruslah seorang yang bisa mengarahkan kapal menuju pelabuhan impian.
• People : seorang pemimpin adalah mereka yang senantiasa berhubungan dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, mereka haruslah sangat peka terhadap apa yang sedang atau akan dialami bagi orang-orang yang ada di sekitarnya ketika ia harus mengambil kebijakan atau bertindak. Karena setiap tindakannya akan sangat berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak, maka ia haruslah sangatlah peka terhadap kondis real dari orang-orang sekitarnya.
• Solution : seorang pemimpin haruslah menjadi sumber solusi bukan sebagai sumber masalah. Bahwa seorang pemimpin haruslah cerdas dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada. Rasulullah pernah mencontohkan tentang pentingnya kecerdasan dalam memimpin. Ketika itu, Rasulullah pernah diminta untuk memecahkan masalah siapa yang sebenarnya berhak menaruh hajar aswad kembali ke tempatnya karena Baitullah ketika itu sedang diperbaiki. Rasulullah pun keluar dengan solusi yang brilian.
So, how far the insting of leader within you….